• Image and video hosting by TinyPic">Image and video hosting by TinyPic" title="This is featured post 1 title" alt="Indahnya lingkungan sekitar SMAN 3 Salatiga." />
  • Image and video hosting by TinyPic">Image and video hosting by TinyPic" title="This is featured post 2 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 2 Description." />
  • Image and video hosting by TinyPic">Image and video hosting by TinyPic" title="This is featured post 3 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 3 Description." />

Selasa, 15 Mei 2012

Artikel Pupuk

PENGERTIAN PUPUK ORGANIK
          Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa).
SEJARAH
Sejarah penggunaan pupuk merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Euphrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.
PERKEMBANGAN DI INDONESIA
          Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganyapun relatif murah, dan mudah diperoleh.
Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.
JENIS PUPUK ORGANIK
          Ada 4 jenis pupuk organik yang ada di Indonesia, yaitu pupuk kandang, pupuk hijau, humus dan kompos. Khusus pada bagian ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang pupuk kompos.
PUPUK KOMPOS
Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola.
Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan menurunnya temperatur kompos (di bawah 400 c).
KEGUNAAN KOMPOS
Beberapa kegunaannya adalah :
  1. Memperbaiki struktur tanah.
  2. Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.
  3. Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
  4. Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah.
  5. Menambah dan mengaktifkan unsur hara.
PERKEMBANGAN DI SMANTISA
            Di SMAN 3 Salatiga sendiri sudah mulai sadar akan pentingnya kompos dan mulai mengembangkannya. Para guru dan petugas kebersihan sudah membersihkan daun –daun kering lalu dikumpulkan(tempatnya di belakang green house kita) dan mulai merombaknya menjadi pupuk kompos. Selain itu sekolah kita juga sudah menjadikannya sebagai bisnis, yang menurut saya di kemudian hari bisa dikembangkan. Kita sebagai warga SMA 3 Salatiga patutnya bangga dan ikut membantu pelestarian lingkungan sekitar kita.J

Beberapa gambar perkembangan kompos di SMANTISA :

  







  • Foto lainnya
  • 1 komentar:

    Posting Komentar